Pupuk Borate Dunia Subur adalah pupuk dengan kandungan B₂O₃ ≥ 47% dan Nitrogen ≥ 1%, yang berfungsi sebagai sumber unsur hara mikro boron.
Boron merupakan salah satu unsur hara mikro yang berfungsi untuk merangsang perkembangan akar dan tunas tanaman, membantu proses pembentukan bunga dan biji. Bersama dengan unsur kalium, boron berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke buah serta meningkatkan efesiensi penggunaan air dan ketahanan terhadap kekeringan. Boron diperlukan dalam jumlah yang sedikit, namun dapat menyebabkan masalah serius jika tidak tersedia bagi tanaman dalam jumlah yang cukup.
Dengan formulasi yang tepat, pupuk Borate Dunia Subur mendukung efisiensi penggunaan air, ketahanan tanaman terhadap kekeringan, serta mencegah gejala kekurangan boron yang dapat menghambat pertumbuhan.
Gejala kekurangan unsur hara boron:
Penebalan daun muda. Daun dan batang di dekat ujung pucuk rapuh dan mudah patah saat ditekuk. Daun muda biasanya lebih pucat daripada daun yang lebih tua tetapi luas dan pola klorosis bervariasi.
Daun menunjukkan adanya kerutan dimulai dari tepi daun. Tangkai daun tidak lurus atau melintir.
Proses pembentukan bunga dan biji terganggu. Pada jagung menyebabkan tongkol tidak berbiji, pada tanaman tomat menyebabkan bagian tengah buah berlubang.
Catatan tambahan:
Sebagian besar boron (B) yang tersedia bagi tanaman berada di permukaan tanah yang mengandung banyak bahan organik. Minimnya penambahan bahan organik pada lahan pertanian dapat menyebabkan rendahnya kandungan boron tersedia dalam tanah. Seperti pada ilustrasi, boron dapat menjadi faktor pembatas yang dapat mengurangi produktivitas tanaman meskipun nutrisi lainnya dalam jumlah yang tinggi.
Merangsang perkembangan akar dan tunas tanaman.
Membantu proses pembentukan bunga dan biji.
Mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke buah.
Meningkatkan efisiensi penggunaan air.
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres kekeringan.
Mencegah gejala kekurangan boron yang menyebabkan tanaman kerdil, daun keriting, atau buah berlubang.
Mengandung Unsur Hara:
| Komoditas | Dosis (Kg/Ha) | Waktu Aplikasi |
|---|---|---|
| Padi | 5 – 8 | Susulan I (14 HST) dan Susulan II (35 HST) |
| Jagung | 4 – 6 | Susulan I (14 HST) dan Susulan II (35 HST) |
| Cabai dan Tomat | 8 – 10 | Dasar |
| Tembakau | 4 – 5 | Susulan I (14 HST) |
| Bawang Merah | 5 – 10 | Susulan I (14 HST) |
| Kacang-kacangan | 5 | Susulan I (7 HST) |
| Tanaman Sayuran | 1 – 3 | Dasar |
| Tanaman Buah | 5 – 8 | Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau |
| Tanaman Perkebunan | 10 – 15 | Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau |
| Kapas | 8 – 10 | Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau |
| Kakao | 8 – 10 | Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau |
| Kelapa Sawit | 10 – 15 | Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau |